"Kalau sampai ada yang dikenai pungli, laporkan biar kami tindak," ujar Paristiyanti di Xiamen, China, Minggu, (29/4).
Ia menegaskan bahwa penyetaraan ijazah para lulusan perguruan tinggi di luar negeri tidak dipungut biaya sepeser pun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi hasil penyetaraan langsung keluar dalam bentuk Bahasa Indonesia sehingga bisa digunakan untuk melamar pekerjaan atau keperluan lain," ujar mantan Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kedutaan Besar RI di Manila, Filipina, itu.
Selama ini, permohonan akreditasi penyetaraan ijazah sering dikeluhkan oleh para lulusan perguruan tinggi di China.
Mereka sempat menyampaikan keluhan rumitnya proses pengajuan permohonan akreditasi penyetaraan ijazah kepada Menristek Dikti M Nasir saat berkunjung ke KBRI Beijing awal bulan ini. (age)