Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan curah hujan ekstrem saat ini masih terjadi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Kalimatan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
"Meskipun beberapa wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau, perlu diwaspadai potensi thunderstorm (hujan badai) dalam dua hari ke depan yang masih dapat terjadi di (sejumlah) wilayah," kata Dwikorita dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Minggu (29/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BMKG juga mengimbau agar masyarakat menunda kegiatan penangkapan ikan secara tradisional hingga gelombang tinggi mereda dan selalu mewaspadai berbagai kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh.
"Posisi siklon tropis Flamboyan berada di 8,6 Lintang Selatan dan 90,5 Bujur Timur dengan kecepatan angin maksimum 65 kilometer per jam (35 knot) dengan pergerakan ke arah barat, barat daya dengan kecepatan 9 kilometer per jam (5 knot) menjauhi wilayah Indonesia," katanya.
Dwikorita menjelaskan, siklon ini masih memiliki kecenderungan mengalami peningkatan intensitas hingga mencapai kecepatan angin maksimum 85 kilometer per jam (45 knot) dalam 24 jam ke depan.
Namun demikian, lanjutnya, berdasarkan pantauan BMKG pada hari ini diketahui bahwa siklon tropis Flamboyan telah meninggalkan wilayah tanggung jawab Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta dan memasuki wilayah Regional Specialized Meteorologica Center (RSMC) Tropical Cyclone Center La Reunion.