Ia pun meminta Jakarta Smart City memeriksa keaslian video yang diduga memuat peristiwa pada Car Free Day (CFD), di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (29/4).
"Kan sekarang sudah ada teknologinya tuh bikin video hoaks. Jadi aku lagi minta Smart City pastikan dulu," ujar Sandi, saat ditemui di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya, kata Sandi, semangat dukungan politik diarahkan ke kegiatan potisif, bukan malah mengintimidasi kelompok lain.
Sandi mengatakan nantinya hasil kajian dari JSC akan dijadikan dasar untuk merumuskan tindakan terhadap kejadian itu.
"Nanti CFD kita tempatkan aparat di sana sekalian juga kerja sama, koordinasi sama polisi dan semua aparat dan masyarakat semua harus ikut ngingetin," Sandi menjanjikan.
Sebelumnya dalam sebuah video yang viral di media sosial, kelompok berkaus #2019GantiPresiden mengintimidasi pengunjung CFD berkaus #DiaSibukKerja.
Massa #2019GantiPresiden yang jumlahnya lebih banyak menyebut orang yang mengenakan kaus #DiaSibukKerja sebagai orang bayaran.
"Dibayar berapa?" tuding salah seorang dari massa #2019GantiPresiden.
[Gambas:Youtube]
Dalam video itu juga terlihat sejumlah orang melambai-lambaikan sejumlah uang kepada pria berkaos #DiaSibukKerja. Namun pria itu menjawab bahwa dirinya tidak dibayar.
Terlihat juga massa #2019GantiPresiden mengintimidasi seorang ibu dan anak laki-lakinya yang berkaus #DiaSibukKerja. Sang anak menangis karena takut dan sang ibu pun memarahi orang-orang yang mengintimidasinya. (arh/gil)