Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan titik kumpul aksi hari buruh (May Day) bertempat di Patung Kuda Indosat pada pukul 10 pagi. Setelah itu massa aksi akan long march ke Istana Presiden.
"Aksi di Istana Presiden sampai dengan jam 13.00. Pada jam 13.00, massa aksi akan bergerak ke Istora Senayan untuk merayakan May Day sekaligus deklarasi calon presiden RI 2019 - 2024 yang akan di pilih dan di dukung buruh Indonesia," kata Said di keterangan pers, Senin (30/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah daerah, lanjut dia, juga turut melakukan aksi dengan ribuan peserta. Di antaranya, 50 ribu buruh se-Jawa Timur, 15 ribu buruh se-Jawa Tengah, 15 ribu buruh se-Kepulauan Riau, dua ribu buruh Aceh, 10 ribu buruh Sumatera Utara, ribuan buruh Jawa Barat, dan beberapa daerah lain yang akan melakukan aksi di depan kantor gubernur masing-masing.
Pertama, buruh menuntut harga beras, listrik, BBM diturunkan dan bangun ketahanan pangan dan ketahanan energi.
Ketiga, lanjut Said, tolak Tenaga Kerja Asing (TKA) buruh kasar dari China dan cabut Pepres Nomor 20 tahun 2018 tentang TKA.
"Plusnya adalah hapus outsourcing dan pilih Presiden RI 2019 yang proburuh," imbuh dia.
Said mengaku bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis merespon baik rencana aksi buruh itu dan meminta buruh melakukan aksi dengan tertib, damai, dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya. Said berujar KSPI menjamin anggotanya di seluruh Indonesia, akan melakukan aksi dengan damai dan tertib.
"KSPI menyatakan bahwa May Day is not fun day. May Day is not holiday. May Day is struggling of labour issue," tandas Said. (arh/gil)