Stedi menyambangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Metro Jaya ditemani oleh Perkumpulan Advokasi Hukum Indonesia Hebat (Padi Hebat) untuk membuat laporan polisi.
Ketika itu ia mengaku melihat seorang anak kecil yang dikerubungi oleh sejumlah massa dari #2019GantiPresiden. Dia berinisiatif untuk menyelamatkan anak tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Stedi pun dihampiri oleh sejumlah orang yang sama dan ditanya soal berapa banyak uang yang didapat dengan memakai kaos tersebut.
Saat peristiwa itu terjadi, dirinya tidak mendapatkan pengamanan dari polisi. Bahkan tak sedikitpun polisi terlihat di sekitar kerumunan massa.
Warga berkampanye #2019GantiPresiden di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/4). (CNN Indonesia/Andry Novelino) |
"Pas kejadian itu tidak ada (polisi), ada pengamanan di posisi lain. Saya lagi berjalan sendirian," ungkapnya.
Saat peristiwa itu terjadi dia mengaku memakai kaos putih bertuliskan #DiaSibukKerja. Dalam kaos tersebut juga terdapat gambar seseorang yang tengah melipat separuh lengan kemeja panjangnya.
Stedi mengaku tujuannya memakai kaos tersebut hanya dalam kegiatan jalan pagi saat CFD bersama dengan rombongan yang datang dengannya.
"Bukan sengaja [menggunakan kaos itu], memang rombongan juga," imbuh dia.
Dia membantah sedang melakukan kegiatan politik dalam bentuk mengkampanyekan Jokowi di CFD.
"Ya semualah, kalau bilang relawan Jokowi ya kalau kita mau pakai ya memang kenapa? Enggak boleh?" cetusnya.
Laporan Stedi diterima dengan nomor : LP/2362/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimum tanggal 30 April. Terlapor dalam laporan kepolisian tersebut masih berstatus lidik.
Warga berkampanye #2019GantiPresiden di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (29/4). (