Usai mengenakan pakaian adat, Edy dan Nawal diarak dari Kota Natal menuju mess milik pemerintah Sumut. Sebelum masuk, Edy beserta istri disambut tarian gelombang 12 dan tari pedang.
Sementara itu di dalam, Edy dan Nawal sudah disambut oleh tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang siap menepungtawari dan mengupah-upah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara itu, Edy juga menjawab harapan sejumlah tokoh masyarakat Natal terkait pemekaran menjadi Kabupaten Pantai Barat Mandailing.
"Namun untuk menjadi Kabupaten tentu tidak hanya persoalan kesiapan infrastruktur seperti jalan tapi juga infrastruktur lainnya, termasuk kesiapan SDM dan potensi daerahnya. Kita juga tidak ingin nantinya Natal ini menjadi kabupaten gagal seperti beberapa daerah. Saya akan kembali lagi ke sini dan nanti akan kita lihat apa yang harus kita benahi di Natal ini," ujar Edy.
Ia mengatakan, Kota Natal yang berada di Pantai Barat Sumatera seharusnya menjadi perhatian serius karena dapat menjadi pintu masuk bagi negara lain ke Pulau Sumatera.
Kota Natal sendiri memiliki potensi alam baik perkebunan mau pun kelautan.
Kehadiran Edy di Natal kali ini diharapkan dapat memberi perubahan yang baik di mamsa mendatang, termasuk dalam hal mewujudkan Kabupaten Pantai Barat. (stu)