"Sebetulnya prinsipnya tak ada libur, karena kalau libur terlalu lama beresiko pada kurikulum besar", kata Muhadjir Effendy usai mengisi upacara Hari Pendidikan Nasional di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Rabu (2/5).
Menurut dia, apabila kehadiran siswa di sekolah dianggap menganggu kelancaran acara Asian Games maka siswa akan belajar di rumah, bukan diliburkan. Dia juga mengatakan bahwa tidak mungkin sekolah diliburkan dalam waktu yang cukup lama akibat dampak dari Asian Games.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Libur sekolah pada saat acara Asian Games 2018 awalnya dilontarkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Sandi menyatakan libur diberlakukan supaya tidak menganggu proses acara kegiatan olahraga tersebut.
"Kami memutuskan untuk meliburkan sekolah secara menyeluruh di wilayah DKI. Bukan hanya yang di sekitar venue atau sekitar Kampung Atlet, tetapi juga sembilan hari diliburkan dan diberikan tugas," kata Sandi di Balai Kota, pada awal April.
Namun Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengatakan kebijakan libur sekolah pada saat Asian Games 2018 itu tidak pasti.
"Enggak. Liburan [sekolah saat Asian games] belum ada keputusan apa-apa. Belum, Belum," ujarnya Anies pada saat peresmian Depo MRT Lebak Bulus, Jakarta. (dal/sur)