Menurut Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra hal itu karena partainya tengah fokus untuk memenangkan Pileg 2019 mendatang.
Tidak masuknya PBB dalam ambang batas pencalonan presiden (Presidensial Threshold) terang Yusril, juga menjadi alasan partainya masih belum membahas lebih lanjut terkait capres dan cawapres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yusril yakin nasib PBB akan lebih baik dibanding pemilu 2014 lalu yang mana partainya tidak mendapat satu kursi pun di DPR. Kini menghadapi Pileg 2019 Yusril ingin ada kemajuan, karena PBB sudah dipastikan ikut pemilu dari jauh sebelum masa pendaftaran calon legislatif (caleg).
"Dulu kami susah payah menyusun caleg dan juga persiapan pemilu. Berbeda dengan sekarang, sekarang sudah dari jauh-jauh hari PBB ikut pemilu," katanya.
Lebih lanjut, terkait pencalonan presiden dan wakil presiden, PBB akan membahas hal tersebut pada Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Hotel Penisula, Jakarta, mulai Jumat (4/5) hingga Minggu (6/5).
Meskipun, kata Yusril beberapa partai dan perorangan sudah berkomunikasi dengannya terkait pembicaraan pencalonan presiden dan wakil presiden serta ajakan koalisi.
"Saya kira mengingat dinamika politik yang tinggi kemungkinan dalam Mukernas ini hanya menyampaikan garis besar dari bagaimana PBB ini menyikapi masalah pencolanan presiden dan wakil presiden," kata Yusril. (osc/osc)