"Nanti saya akan kumpulkan panglima TNI dengan Kapolri dan susunannya kedepan yang penting siaplah segala situasi kita harus siap," kata Ryamizard di Markas Batalion 467 Korps Pasukan Khas (Kopaskhas) TNI AU, di Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (4/5).
Ia mengatakan pihaknya siap untuk mengamankan pesta demokrasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali ini. Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak perlu takut berlebihan menghadapi pemilihan umum 2019 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya paling enggak suka kita ini pesta demokrasi joget-joget, ini kok seram-seraman. Bagaimana pesta seram-seraman kayak mau perang aja. Enggak boleh, kami menjaga keamanan saja," kata dia.
Sebelumnya, mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu justru menganjurkan kepada seluruh prajurit TNI untuk membimbing dan mengarahkan istri beserta sanak keluarga lainnya untuk memilih pemimpin yang pantas memimpin Indonesia kedepannya.
"Kalau istri, keluarga boleh. Tapi dikasih tahu milih tuh yang benar. Kalau tidak benar nanti negara jadi tidak benar . Kalau (pemimpin) kacau kita juga rugi," tutur Ryamirzad. (eks)