Sebelum menjadi Anggota Komisi XI DPR RI yang mengurusi keuangan, perencanaan, pembangunan, dan perbankan, Amin memiliki rekam jejak yang panjang pada urusan keuangan negara.
Amin memulai karier sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Keuangan RI. Pada 1973, ia sempat bertugas di Direktur Jenderal Moneter hingga 1976. Ia kemudian bertugas di Direktur Jenderal Pajak hingga memasuki usia pensiun pada 2002.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lama mencicipi asam garam dunia keuangan, pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 25 April 1949 ini hijrah ke dunia politik dengan bergabung dengan Partai Demokrat.
Pada Pemilu 2009, Amin merengkuh 44.094 suara di Daerah Pemilihan X Jawa Barat. Dia pun masuk ke Komisi XI, komisi yang tak jauh dari latar belakangnya sebagai ahli keuangan.
Kemenangan di Dapil X Jabar juga berhasil ia amankan pada Pileg 2014. Amin meraih 23.948 dan berhasil kembali menjadi Anggota Komisi XI DPR RI.
Karena ketokohannya di Kuningan, Jawa Barat, Amin sempat digadang-gadang untuk mengikuti pemilihan Bupati Kuningan. Namun ia melepas kesempatan itu dan memberikannya pada HT Mamat Robby Suganda yang kini menjabat Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Barat.
Amin kini berstatus tersangka dalam dugaan kasus yang tak jauh dari dunia keuangan. Partai Demokrat menegaskan akan mencopot Amin dari jabatannya di DPR karena terlibat dalam kasus ini.
"Kami konsisten dalam urusan pemberantasan korupsi. Secara mekanisme partai sesuai dengan Pakta Integritas, sanksi yang tegas jika terbukti akan dicopot dari jabatannya sebagai Anggota DPR," ujar Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (5/5). (agi/kid)