Mantan rektor Universitas Diponegoro itu yakin tidak bakal ada kebocoran soal SBMPTN, karena pengawasan dengan sistem teknologi informasi saat ini lebih ketat. Nasir pun menyatakan jika ada mahasiswa yang ketahuan menjadi 'joki' SBMPTN bakal dipecat dari kampusnya. Sementara, peserta yang menggunakan jasa joki langsung dinyatakan gugur.
"Tahun lalu perjokian itu di dua tempat, Solo dan Makassar. Tahun ini harus kita tangkap. Kalau itu mahasiswa harus ditangkap dan diberhentikan dari perguruan tingginya," kata Nasir di Jakarta, Senin (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku bernama Asriani itu merupakan alumni Sastra Perancis Universitas Hasanuddin (Unhas) yang lulus pada 2013. Ia diketahui sebagai joki lantaran gerak-geriknya mencurigakan.
Salah satu yang ditangkap adalah MY (20) yang mengaku mahasiswa program D-III semester IV jurusan akuntansi sebuah perguruan tinggi negeri di Yogya. Dia diduga menjadi joki untuk peserta berinisial TA (18).
"Ini kami akan monitoring. Nanti saya ke Bali untuk monitoring pelaksanaan besok. Informasi yang saya dapat, hari ini semua berjalan dengan baik. Tidak ada masalah," kata Nasir. (ayp/wis)