"Tidak, tidak (harus ada poros ketiga). Semuanya belum pasti, masih cair," kata Gatot usai menemui Ketua MPR Zulkifli Hasan di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (8/5).
Terkait peluang terbentuknya poros ketiga, Gatot mengatakan semua hal masih mungkin terjadi sampai masa pendaftaran capres cawapres ditutup pada 10 Agustus mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Zulkifli Hasan Sebut Gatot Nurmantyo Capres |
Gatot pun optimistis pencalonannya sebagai bakal calon presiden akan mulus. Sebagai mantan Panglima TNI, dia menyatakan kesiapannya mendapat tugas yang diberikan bangsa dan negara.
Menurutnya dari safari politik yang sudah dilakukan ke sejumlah partai membuka peluang dirinya untuk maju.
Gatot Nurmantyo bertemu Zulkifli Hasan di Gedung MPR. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Untuk maju, Gatot Nurmantyo harus mendapat dukungan dari sejumlah partai agar bisa menjadi calon presiden di Pemilu 2019.
Mantan Panglima TNI itu minimal harus mendapat dukungan dari gabungan partai yang memiliki 20 persen kursi DPR atau 25 persen perolehan suara sah nasional. Saat ini, Gatot hanya mengandalkan sejumlah kelompok relawannya.
Sementara itu, Demokrat, PKB dan PAN belum menentukan sikap untuk Pilpres 2019. Namum ketiga partai disebut-sebut menjadi partai politik yang akan membentuk poros ketiga.
Jumlah kursi ketiga partai mencukupi untuk mengajukan calon presiden. Demokrat memiliki persentase suara 10,2 persen atau kursi 10,9 persen, PAN (suara 7,7 persen/kursi 8,8 persen), dan PKB (suara 9,0 persen, kursi 8,4 persen). Namun sampai saat ini belum ada perkembangan berarti terhadap kemunculan poros ketiga.
Lihat juga:Relawan Pilpres, Antara Perjuangan dan Uang |
Gatot Nurmantyo bertemu Zulkifli Hasan di Gedung MPR. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)