Salah seorang warga, Yudi Hendra mengatakan warga juga mengadang satu truk lain yang melintas untuk memblokir jalan sehingga lalu lintas lumpuh.
Yudi mengatakan, informasi soal pengosongan sudah diterima warga sejak, Rabu (9/5) dini hari.
"Infonya bakal ada 1.000 personel atau satu batalyon plus untuk mengamankan," kata Yudi kepada CNNIndonesia.com. Warga pun berjaga-jaga sejak tadi malam untuk mengantisipsi pengosongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu lah warga membakar ban bekas di tengah jalan dan menyandera truk yang tengah melintas. "Kebetulan ada truk tangki lewat, kami setop untuk menjaga jalan, ada truk tronton juga dan kami palangkan di jalan," kata Yudi.
[Gambas:Twitter]
Menurut Yudi warga menolak upaya pengosongan rumah dinas karena kasus hukumnya belum berkekuatan hukum tetap. "Warga masih banding," katanya.
Menurutnya, ada 13 rumah yang sedianya akan dikosongkan namun warga menolak rencana tersebut sehingga kericuhan pecah pagi ini. (sur)