Hal itu dikatakannya terkait dengan insiden penyerangan tahanan kasus terorisme di Rutam Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Selasa (8/5) malam.
"Penyerangan napi terorisme menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror masih eksis dan efektif berjejaring dan terus menjadi ancaman bagi keamanan. Peristiwa ini mengingatkan semua pihak untuk tidak berkompromi dengan radikalisme dan terorisme yang mengancam keamanan dan ideologi bangsa," ujarnya melalui pesan singkat, Rabu (9/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Kronologi Kerusuhan di Mako Brimob |
"Semua pihak harus menghentikan politisasi isu intoleransi dan radikalisme hanya untuk kepentingan politik elektoral 2018 dan 2019, yang justru memberikan ruang bagi kebangkitan kelompok ekstrimis," cetusnya.
Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Muhammad Nurkhoiron, beberapa waktu lalu, mengatakan isu intileransi kerap digunakan untuk meraih suara dan menjatuhkan lawan politik dalam pesta demokrasi. Ia mencontohkannya dengan Pilakda DKI Jakarta 2017. (arh/pmg)