Penembakan itu berawal dari informasi yang didapat polisi bahwa pada Kamis (10/5), polisi mendapat informasi intelijen bakal ada sekelompok orang yang datang dari Tasikmalaya, Jawa Barat menuju Mako Brimob.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan orang-orang itu diduga hendak membantu rekan-rekan napi teroris yang melakukan perlawanan kepada petugas di rutan Mako Brimob,"ujar Setyo saat konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi membawa mereka untuk diperiksa. Namun, sekitar pukul 05.30 WIB, dua dari empat terduga teroris menyerang anggota polisi yang membawa mereka.
RA dan JG lantas berusaha merebut senjata api dari petugas. Polisi yang membawa keempat teroris tersebut mengambil tindakan tegas, yakni menembak RA dan JG. Keduanya lalu dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Dari operasi di Stasiun Tambun, Bekasi tersebut, kepolisian menyita sejumlah barang bukti berupa sebilah sangkur, dua bilah belati, dia bilah golok. Kemudian, polisi juga menyita 35 butir peluru kaliber 9 mm, 28 butir peluru senapan angin, 25 buah paku tembak, 3 buah dan busur besi.
Setyo mengatakan bahwa empat orang terduga teroris yang berencana menuju Mako Brimob tersebut merupakan anggota Jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung atau Jawa Barat.
"Dan JG, yang kini masih dirawat, lahir di Garut 7 Februari 1988 tinggal di Tasikmalaya," kata Setyo. (wis)