Berawal Subuh Berjemaah, Aksi 115 Berakhir Damai

SAH, CNN Indonesia | Jumat, 11/05/2018 18:28 WIB
Berawal Subuh Berjemaah, Aksi 115 Berakhir Damai Aksi 115 Pembebasan Baitul Maqdis diawali salat Subuh berjemaah di Istiqlal dan Monas. Aksi mengecam AS dan Donald Trump ini berakhir tertib, aman, dan damai. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia -- Orang-orang menyusuri Jalan Medan Merdeka Barat, dekat Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (11/5) dini hari hendak mengikuti Aksi 115. Laki, perempuan, anak-anak, tua, maupun muda kompak memakai pakaian serba putih.

Tak ketinggalan panji-panji, serta bendera Indonesia dan Palestina mereka bawa masuk.

Pukul 03.00 WIB saat itu. Langkah kaki mereka satu tujuan, masuk ke kawasan Monumen Nasional. Di sana, mereka akan menunaikan ibadah salat Subuh bersama. Polisi yang berjaga pun memantau gerak dan langkah mereka.


Tak jauh dari sana, di Masjid Istiqlal juga sudah dipenuhi orang-orang berpakaian serba putih. Sebagian besar mereka memadati pelataran masjid. Di sini, di atas sajadah, mereka juga hendak salat Subuh bersama.

Adzan berkumandang di langit Jakarta. Tak berselang lama, salat Subuh berjemaah pun dilakukan. Kegiatan Subuh berjemaah ini merupakan bagian awal mereka dalam Aksi 115 Pembebasan Baitul Maqdis.

Aksi tersebut untuk mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memutuskan memindahkan kantor Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke Yerusalem pada 15 Mei 2018 mendatang. Keputusan itu dianggap sebagai tanda pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Seusai salat sebagian massa di Masjid Istiqlal melakukan zikir bersama yang dipimpin Ustaz Arifin Ilham. Sementara di Monas, setelah salat subuh, peserta memilih untuk duduk-duduk sambil bernyanyi nasyid untuk membangkitkan semangat.

Sekitar pukul 05.30 WIB massa aksi dari berbagai kelompok zikir dan ormas Islam mulai ikut merapat ke Monas. Pun demikian yang di Istiqlal.

Mereka membawa bendera Palestina, Indonesia, Ormas, dan spanduk bertuliskan 'Save Palestina', serta 'Stop Trump'. Bendera berlafazkan Laillahaillallahu Muhamadarrasulullah pun turut berkibar di udara.

Setelah massa berdatangan, tepatnya pada pukul 06.00 WIB, sejumlah penghafal Alquran membacakan Surat Al-Isra dan Al-Kahfi. Massa aksi pun mendengarkan lantunan ayat suci Alquran dengan khidmat.

Selanjutnya, selama menunggu orasi, pembawa acara mengajak peserta aksi untuk menyanyikan lagu-lagu yang membakar semangat sambil diiringi riuh gema takbir.

"Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar."

Seiring gema takbir itu, kawasan Monas perlahan jadi lautan putih.

Tak Jadi Demo Kedubes AS

Di tengah-tengah riuh takbir peserta, sejumlah personel kepolisian turut mengamankan aksi. Sekitar empat sampai lima personel kepolisan menggunakan kuda berpatroli mengelilingi Monas.

Peserta sempat direncanakan melakukan long march ke Kedutaan Besar Amerika Serikat. Namun, menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis peserta tidak jadi melakukan hal itu.

Berawal Subuh Berjemaah, Aksi 115 Berakhir DamaiMassa aksi solidaritas pembebasan Baitul Maqdis memadati lapangan Monumen Nasional. (Monas (CNN Indonesia/Safir Makki).
Peserta aksi hanya akan melakukan orasi di Kompleks Monas. Kendati begitu pihaknya telah menyiapkan pengamanan apabila massa jadi bergerak ke Kedubes AS.

"Kita sudah siapkan pengamanan tapi kata panitia mereka enggak akan ke sana. Setelah orasi mereka salat Jumat dan setelah itu akan balik," kata Idham di Monas, Jakarta Pusat, Jumat (11/5).

Tepat pada pukul 09.00 WIB orasi Aksi 115 Pembebasan Al-Quds dimulai. Seluruh peserta menyambutnya dengan pekikan takbir, salawat, dan iringan nasyid untuk membakar semangat.

Tak hanya itu mereka pun turut mengibarkan bendera Palestina dan Indonesia untuk menunjukkan semangat membela Palestina.

Sejumlah tokoh hingga artis meramaikan aksi tersebut seperti Anggota Dewan Pembina GNPF Ulama Bachtiar Nasir, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Aktor Teuku Wisnu, Irwansyah, hingga Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid.

Peserta paling riuh menggemakan takbir saat Bachtiar Nasir naik panggung. Peserta mengiringi orasi Bachtiar dengan pekikan suara takbir.

Bachtiar dalam orasinya mengecam Trump yang memindahkan Kantor Kedutaan AS ke Yerusalem. Dia juga mengecam Israel yang telah berlaku zalim kepada Palestina. Selain itu, ia mengajak peserta untuk menghancurkan Israel dan kezalimannya dengan membaca Al-Quran Surat Al Isro ayat 1-10.

"Dari Monas ini mari bacakan surat Al-Isra ayat 1-10, kita hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Siap membaca Quran? Quran akan menghancurkan bangsa Israel," kata Bachtiar diiringi suara takbir peserta.

Ucapan-ucapan Bachtiar kembali diiringi dengan pekikan takbir dilanjutkan dengan seluruh peserta membaca ayat suci Al-Quran.

Seusai itu Anies Baswedan diajak Bachtiar naik panggung dan melakukan orasi. Riuh suara takbir dan sorak sorai dari peserta aksi kembali keluar saat Anies naik ke panggung.

Anies menyebut Aksi 115 Pembebasan Baitul Maqdis merupakan torehan sejarah. Aksi ini juga disebutnya sebagai satu sikap bangsa dan masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim yang tidak akan meninggalkan rakyat Palestina dalam perjuangannya.

"Dunia akan saksikan di tempat ini komitmen bela Palestina tidak pernah turun. Kita sedang menorehkan sejarah. Semoga pesan ini menggema di seluruh ibu kota di dunia," kata Anies saat menyampaikan orasi.

Peserta aksi semakin semangat setelah orasi dari Anies. Dipimpin oleh Bachtiar, peserta meneriakkan jargon-jargon pembelaan Palestina dan takbir.

Berawal Subuh Berjemaah, Aksi 115 Berakhir DamaiMassa Aksi 115 mengecam AS dan Presiden Donald Trump terkait pemindahan Kedubes mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Salat Jumat Berjemaah

Siang semakin terik. Matahari perlahan tepat di atas kepala. Orasi-orasi dari tokoh dan pemuka agama selesai. Para peserta pun diajak untuk membentuk saf. Salat Jumat akan segera dilaksanakan.

Beberapa peserta aksi memanfaatkan mobil truk air yang disediakan panitia untuk berwudhu. Ada juga yang berwudhu menggunakan air mineral karena antrean di toilet dan mobil truk air sangat panjang.

Selesai berwudhu, para peserta masuk ke dalam saf, merapatkannya sembari khidmat mendengar kutbah sang imam. Salat Jumat pun berlangsung khidmat.

Selesai salam, mereka kemudian berdoa bersama, tanda aksi 115 selesai dan ditutup.

Tepat pukul 13.00 peserta aksi mulai beranjak meninggalkan kawasan Monas. Mereka membubarkan diri.

Meski begitu, masih ada beberapa peserta yang memutuskan tetap di sana dan mencari kesempatan untuk berfoto dengan sejumlah tokoh yang hadir. Bachtiar Nasir salah satunya. Ia sempat dikerubungi sejumlah peserta.

Sementara di sisi lain, banyak juga dari mereka yang memilih tetap melanjutkan aksi di depan Kedubes AS. Namun, secara umum, Aksi 115 Pembebasan Al-Quds berakhir di Monas dengan tertib, aman, dan damai, meski pekik takbir dan kecaman terhadap AS terus digaungkan sepanjang aksi. (osc)