"Sepertinya kekuasaan yang ada sekarang ini dan koalisi pemerintah yang ada sekarang ini akan berakhir. Cukup sampai di sini," kata Fahri lewat pesan singkat, Jumat (11/5).
Kelompok oposisi Pakatan Harapan yang digalang Mahathir Mohamad berhasil mengalahkan Barisan Nasional dalam pemilu Malaysia. Mahathir pun dilantik sebagai Perdana Menteri menggantikan Najib Razak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahri menyebut kemenangan itu sekaligus menjadi peringatan bagi pemerintahan Jokowi.
Kekuasaan yang begitu kuat dan mengontrol jalannya negara, kata dia, bisa tumbang dalam waktu yang sangat singkat.
Hal itu semakin mungkin terjadi dalam kekuasaan yang belum terlalu kuat.
Kata Fahri, kekalahan Najib bisa juga terjadi jika pemerintah di Indonesia tidak berhati-hati membaca perasaan dan aspirasi masyarakat.
"Kalau tidak, gejala tumbangnya pemerintahan sudah nampak di depan mata. Jadi waspada lah," lanjut Fahri.
Pakatan Harapan, koalisi oposisi yang dipimpin Mahathir, memenangkan pemilu Malaysia dengan perolehan kursi sebanyak 115, lebih dari suara mayoritas yang diperlukan 112 kursi. Mahathir pernah menjabat Perdana Menteri Malaysia dalam kurun tahun 1981 hingga 2003.