Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Dr. M Saad Ibrahim mengatakan aksi bom bunuh diri dengan alasan apapun bertentangan dengan nilai agama dan kemanusiaan.
"Visi Muhammadiyah yang dengan teguh memperjuangkan puncak kebaikan bagi umat, bangsa, dan kemanusian sangat menentang peristiwa peledakan bom bunuh diri yang terjadi pagi ini di gereja di Surabaya," kata Saad dalam keterangan tertulis yang diterima CNN Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perbuatan mereka, siapapun yang melakukannya, berhadap-hadapan dengan perjuangan Muhammadiyah," jelas dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu.
Dia menambahkan bahwa dengan motif dan alasan apapun bom bunuh diri tidak bisa dibenarkan.
Muhammadiyah mengatakan salah satunya TKP yaitu, Gereja Katolik Santa Maria Tidak Bercela Ngagel terletak hanya beberapa meter dari lokasi SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya.
Ledakan bom terjadi di tiga lokasi yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (Jalan Ngagel), Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro dan Gereja pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Sawahan di Jalan Arjuno, Surabaya.
Kepolisian Daerah Jawa Timur memastikan sembilan tewas dan 40 lain luka-luka karena tiga bom tersebut.
(yns)