"Kami mendukung aparat keamanan untuk mengusut tuntas peristiwa ini, menangkap pelaku dan jaringannya serta memprosesnya dengan hukuman seberat-beratnya," kata Ketua PCNU Surabaya Achmad Muhibin Zuhri.
Mewakili NU, Achmad menyatakan rasa duka cita mendalam kepada keluarga korban dari ledakan yang terjadi di tiga gereja, Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Ngagel, GKI Diponegoro dan GPPS Sawahan Arjuna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Achmad, Ketua PBNU Robikin Emhas di Jakarta juga mengutuk keras aksi keji tersebut.
"Saya percaya jiwa patriotik bangsa Indonesia tidak pernah padam. Perlawanan terhadap kolonialisme dengan bambu runcing di era prakemerdekaan adalah bukti tak terbantahkan. Apalagi sekadar teror bom oleh mereka yang berjiwa hipokrit," lanjutnya.
Untuk itu, lanjutnya, pihaknya meminta seluruh masyarakat Surabaya untuk tetap waspada sekaligus tetap mempererat persatuan di antara semua elemen bangsa untuk melawan teroris.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ada delapan korban tewas dan 38 luka-luka dalam kejadian tersebut.
Sebagian korban yang meninggal diduga merupakan pelaku bom bunuh diri.
"Ada 33 korban luka-luka yang saat ini dibawa ke rumah sakit. Dua di antaranya dari anggota kepolisian yang tengah berjaga dan selebihnya masyarakat," ujarnya.
(ard)