Hal itu dikatakan seorang jemaat Gereja Santa Maria, Joseph Sintar, seperti dikutp dari Antara.
"Tadi tadi pagi saat ikut jam misa yang pertama yakni pukul 05.30 WIB kemudian berakhir sekitar pukul 06.30 WIB, dan saya keluar untuk pulang," katanya saat ditemui di Gereja Santa Maria.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bom di Surabaya, Jakarta Siaga Satu |
"Saat itu, memang pada saat kejadian terjadi diduga waktu pergantian jam misa, di mana pada jam pertama telah usai dan kemudian pada jam selanjutnya jemaat baru masuk ke dalam gereja," tuturnya.
"Tetapi kalau pagi, jumlahnya lebih sedikit karena banyak diisi oleh orang tua saja," ujarnya.
Sementara itu, seorang warga sekitar gereja, Ahmad mengatakan pada saat kejadian, getaran ledakan bom sempat terasa di rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
"Saya kira itu suara trafo listrik yang meledak, karena di lokasi ini sudah beberapa kali kejadian trafo meledak. Tetapi, kok setelah itu banyak terdengar suara ambulans dan banyak warga keluar. Dan ternyata ledakan itu dari bom," ujarnya.
Kata dia, sejak kecil tinggal di lingkungan itu tidak pernah sekalipun terjadi tindakan yang meresahkan masyarakat, baik itu seperti pencurian atau juga tindakan lainnya.
"Sejak kecil saya tinggal di lingkungan ini tidak pernah sekalipun terjadi peristiwa meresahkan. Dan ini terjadi ledakan bom," ujarnya.