Kepala Desa Jambon, Kecamatan Gemawang Wardoyo di Temanggung, pada Minggu (13/5) membenarkan bahwa Dita adalah salah satu warganya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja kami kaget dengan penangkapan tersebut. Kami tidak mengira karena selama ini dia biasa-biasa saja, tidak ada yang mencurigakan," kata Wardoyo.
Wardoyo mengatakan Dita anak nomor dua dari pasangan Suwal dan Ari Suprapti yang sehari-hari hidup dari bertani.
Orang tua Dita, Suwal juga mengaku kaget dengan penangkapan putrinya tersebut.
"Selama di pondok pesantren dia pulang ke rumah setiap dua bulan sekali, tetapi juga pernah sampai enam bulan baru pulang. Kabar terakhir dia praktik mengajar di sebuah pondok pesantren di Majenang, Cilacap," kata Suwal.
Ia mengatakan setiap pulang ke rumah putrinya tidak pernah menunjukkan perilaku yang mencurigakan.
"Sekitar lima hari lalu dia memberi kabar lewat SMS ingin pulang, tetapi ternyata ada kabar penangkapan tersebut," kata Suwal.
(ard)