Polda Jateng pun menggandeng pihak TNI, Banser dan beberapa Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) untuk patroli bersama.
"Kami memberlakukan status siaga satu. Seluruh Jajaran di seluruh Kasatwil kami minta untuk meningkatkan pengamanan dengan melakukan patroli gabungan bersama TNI, Banser, Kokam maupun beberapa ormas lainnya", ungkap Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Condro Kirono.
Lihat juga:Janda Teroris di Balik Bom Gereja Surabaya |
Peningkatan pengamanan ini tidak hanya dilakukan di sejumlah Gereja yang biasa menjadi sasaran pelaku teror, namun juga pusat-pusat keramaian bahkan di Markas Kantor Polisi sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepolisian juga meminta masyarakat untuk memberi informasi setiap kali melihat aktivitas mencurigakan.
Ajakan patroli gabungan bersama dari Polda Jawa Tengah inipun lalu disambut Gerakan Pemuda Ansor dengan menggelar apel di Ungaran, Kabupaten Semarang yang diikuti 1000 anggota Banser.
"Kami dengan senang hati siap berpatroli bersama Polri dan TNI. Teror bom bunuh diri adalah hal terkutut dan tidak dibenarkan di agama apapun," ujar Ketua GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly usai memimpin apel Banser di Ungaran, Minggu (13/5).
(vws)