"Pelaku ini diduga satu keluarga yang melakukan serangan. Dari tadi pagi, tim alhamdulillah sudah [melakukan investigasi]," kata Tito di Surabaya, Minggu (14/5).
Tito menjelaskan satu keluarga yang terdiri dari ayah-ibu dan empat anaknya itu melakukan pemboman di tiga gereja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dua anak laki-laki pasangan D dan K, berinisial Y dan Ir, berangkat sendiri menggunakan motor ke gereja Santa Maria.
Menurut Tito, ledakan paling besar terjadi di Gereja Pantekosta, karena menggunakan bom mobil. Setelah semua keluarga di drop, D kemudian meledakan mobil tersebut di Gereja Pantekosta.
Tito belum dapat memastikan latar belakang kelompok tersebut, namun, dia mengatakan mereka tak lepas dari kelompok JAD dan JAT yang merupakan pendukung utama ISIS di Indonesia.
"JAD dipimpin Aman Abdurrahman. Kelompok satu keluarga ini terkait JAD Surabaya. Aksi ini kita duga motifnya, ISIS ini ditekan oleh kekuatan dari Barat, Rusia, kemudian memerintahkan semua jaringan di luar, untuk melakukan serangan di seluruh dunia," kata Tito.