Tito menjelaskan kalau pelaku di Gereja Santa Maria Tak Bercela membawa bom dengan cara dipangku di atas motor yang ditumpangi dua orang laki-laki.
Berselang lima menit kemudian, tiga pelaku lainnya (diduga satu ibu dan dua anak perempuan) datang ke Gereja GKI dan membawa bom yang diikat ke pinggang.
Berselang lima menit lagi, satu pelaku laki-laki meledakkan bom di Gereja Pantekosta yang dibawanya di dalam mobil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku ini diduga satu keluarga yang melakukan serangan. Dari tadi pagi, tim alhamdulillah sudah [melakukan investigasi]," kata Tito.
Sebelum Tito, Jokowi telah mengatakan bahwa dirinya mengutuk keras aksi ledakan bom di tiga gereja di Surabaya.
Jokowi bahkan menyebut kalau aksi tersebut "sungguh biadab dan di luar batas kemanusiaan."
"Korbannya anggota masyarakat, polri, dan anak-anak yang tak berdosa. Pelaku menggunakan dua anak berusia di bawah umur," kata Jokowi.
"Terorisme adalah kejahatan terhadap manusia dan tak ada kaitan dgn agama mana pun," lanjutnya.
(ard)