Prabowo Tanggapi Tudingan Islam Abangan Dengan Gurauan

DHF, CNN Indonesia | Senin, 14/05/2018 06:25 WIB
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengakui tidak lahir dari keluarga yang Islami, tetapi punya kedekatan dengan pemuka agama. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengakui tidak lahir dari keluarga yang Islami, tetapi menyatakan dekat dengan pemuka agama. (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membalas santai tudingan 'muslim abangan'. Pernyataan Prabowo merespons cerita Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman.

Sohibul menyatakan pernah ada seorang duta besar yang mempertanyakan alasan PKS berkoalisi dengan Prabowo, yang notabene bukan muslim dari kalangan santri.

"Mungkin Prabowo muslim abangan, tapi setia sama kalian (PKS). Dan Prabowo ikut menurunkan si itu," canda Prabowo sembari menyindir Pilkada DKI Jakarta 2017 pada Milad ke-20 PKS di Sentul, Bogor, Minggu (13/5).


Kelakar Prabowo itu pun mengundang riuh tawa dan tepuk tangan dari ratusan kader dan beberapa tokoh PKS. Prabowo mengakui tidak terlahir dari keluarga yang kental dengan ajaran Islam. Namun Prabowo mengklaim tumbuh bersama rekan-rekan yang tergabung dalam ormas Islam, seperti Himpunan Mahasiswa Islam dan Pelajar Islam Indonesia.


Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu pun melanjutkan candaannya. Prabowo mengaku sangat dekat dengan kiai. Bukan karena getol belajar agama, melainkan meminta doa sebelum berperang. Prabowo bilang hidup sebagai prajurit selalu dekat dengan kematian, maka harus banyak dekat dengan agama.

"Itu alasan kenapa tentara dekat dengan kiai. Walaupun salatnya banyak bolos-bolos dikit," kata Prabowo diiringi tawa kecil para hadirin.

Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Sohibul mengungkap ada seorang dubes yang mempertanyakan alasan PKS berkoalisi dengan Partai Gerindra dan Prabowo.

Dubes itu bertanya kepada Sohibul apakah tidak takut didemo oleh para kader PKS karena berkoalisi dengan sosok muslim abangan.


"Kebersamaan PKS dan Prabowo bukan karena tingkat ketaatan beragama, tetapi karena punya sikap pandangan proporsional terhadap kehidupan beragama," jawab Sohibul. (ayp/gil)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK