Seusai ledakan pertama itu, Anton diklaim tak langsung tewas.
"Kami lumpuhkan Anton ini dikarenakan yang bersangkutan masih memegang switching, oleh karena itu petugas tidak mengambil resiko dan kemudian melumpuhkan yang bersangkutan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung di lokasi, Senin (14/5) dini hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anton masih bertahan. Kepolisian yang datang kemudian melumpuhkannya. Dengan demikian, ada tiga orang tewas dari kejadian di Rusunawa Wonocolo.
"Rekan-rekan saksikan kendaraan yang membawa jenazah, semua, tiga-tiganya sudah dibawa," tuturnya.
Barung belum bisa memastikan keterkaitan ledakan di Rusunawa Wonocolo dengan ledakan bom bunuh diri di tiga gereja berbeda di Surabaya, Minggu (13/5) pagi. Dia menyebut pihaknya masih bekerja untuk melakukan penyelidikan.
(arh)