Seperti biasa, Yanti akan bekerja pagi tadi. Namun, tak lama kemudian Yanti dan rekannya dikagetkan suara ledakan keras dari arah pintu masuk Mapolrestabes Surabaya.
"Saya dengar suara, ada serpihan batu kerikil terlempar. Kemudian ada getaran juga," kata Yanti kepada CNNIndonesia.com, di Jalan Cendrawasih, kawasan Mapolrestabes Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, rekan kerja Yanti, Widodo (48) mengaku mendengar suara ledakan yang cukup keras meski dia berada sekitar 1 kilometer dari tempat kejadian.
"Saya sudah enggak boleh masuk, ada empat orang temen pulang," kata dia.
Pantauan CNNIndonesia.com, di Jalan Merak sampai Jalan Cendrawasih, beberapa ratus meter dari pintu masuk Mapolrestabes Surabaya, sudah ditutup. Garis polisi dipasang untuk menutup jalan tersebut.
Serangan bom di Mapolrestabes Surabaya menyebabkan empat polisi luka-luka.
Sebelumnya serangan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja paa Minggu (13/5) yang menyebabkan setidaknya belasan orang tewas dan 41 orang luka-luka dalam kejadian itu.
Bom juga meledak di rumah Susun Wonocolo, Kabupaten Sidoarjo. Korban yang tewas dalam kejadian itu tiga orang, dan dua anak-anak terluka. Diduga kuat ledakan itu tidak sengaja terjadi saat pelaku sedang merakit bom. (yns)