"Dalam keluarga yang meninggal ini tidak ke Suriah. Ini setelah saya konfirmasi kembali kemarin dengan tim densus yang menangani dikroscek kembali," kata Tito kepada wartawan di Mapolda Jawa Timur, Senin (14/5).
Meski demikian, Tito tak membantah ada keterkaitan antara jaringan teror di Suriah dengan keluarga yang melakukan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga yang dideportasi Turki itu, menurut Tito, berperan sebagai ideolog dalam jaringan teror yang dibangun keluarga pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya.
"Sedang kami cari," ujarnya.
Serangkaian bom meledak di Surabaya sejak Minggu lalu. Teror bom pertama terjadi di tiga gereja yakni di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, disusul serangan bom ketiga di Gereja Pantekosta di Jalan Arjuno.
Bom bunuh diri di tiga gereja itu membuat 13 orang tewas dan 41 orang luka-luka.
Belasan pelaku tewas dalam rangkaian bom di Surabaya dan Sidoarjo, sementara puluhan lain mengalami luka-luka termasuk dari kepolisian. Polisi masih terus menyelidiki pemicu aksi teror ini. (wis/sur)