"Syukur Alhamdulillah pak Kapolri memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa, TR (Telegram) sudah turun bagi dua anggota," kata Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Machfud Arifin, di Surabaya, Selasa (15/5).
Machfud mengatakan Aiptu Ahmad Nurhadi sampai saat ini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Dr. Soetomo. Dia mengalami luka cukup parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Matanya hilang satu, mudah-mudahan satu bisa berfungsi kembali," katanya.
Machfud berharap kenaikan pangkat luar biasa bisa segera diberikan kepada enam anggota kepolisian dari Mapolrestabes Surabaya, yang juga turut menjadi korban.
"Kami sudah ajukan kepada bapak Kapolri, mudah-mudahan nanti dapat penghargaan," katanya.
Karo SDM Polda Jawa Timur Muhammad Ichsan mengatakan semua anggota kepolisian yang menjadi korban, termasuk Nurhadi yang kehilangan satu bola matanya, telah diberikan pendampingan psikologis untuk memulihkan trauma.
"Diharapkan dapat reduksi aman, nyaman, dan tenang. Relaksasi progresif untuk mencegah timbul cegah stres akut, seperti gangguan dan mimpi buruk. Hypervigilance," kata Ichsan. (ayp/gil)