Hal itu dikonfirmasi Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika menjadi pembicara di Indonesia Lawyers Club (ILC) di TvOne, Selasa (15/5) malam.
"Ketua JAD Jatim sudah kami tangkap di Malang, saya sudah dapat informasinya. Nama inisialnya AU," ujar Tito tadi malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kedua terduga teroris masih diamankan oleh tim Densus 88," katanya.
"(Ustaz Abu Bakar) gurunya Dita itu, tapi masih dalam pengejaran di lapangan. Ada dua dalam pengejaran teman-teman di lapangan," kata Machfud di Mapolda Jawa Timur, Selasa (15/5).
Machfud enggan merinci lebih lanjut identitas, peran maupun keberadaan Abu Bakar karena masih dalam proses penyelidikan. Namun, dia mengatakan Dita dan terduga pelaku bom di Rusunawa Wonocolo Sidoarjo, Anton Ferdiantono saling berkaitan. Dia berharap kepolisian bisa segera menangkap Abu Bakar.
Penangkapan keempat belas terduga teroris dilakukan sejak Senin dan Selasa kemarin. Pada Senin (14/5) Densus 88 menangkap Rizki Ardian Sulanjana di Graha Pena, Abdullah Mashuri, Miftahul Munif di jembatan Suramadu, Boy Arfianzah di Lebak Rejo.
Kemudian ada Agus Satrio Widodo, Damayanti (istri Agus Widodo) dan Bety Rinawati Brojo yang ditangkap di rumah kontrakan bersama Ilham Fauzan yang tewas ditembak.
Sementara itu tiga terduga teroris yang tewas adalah Ilham Fauzan, Budi Satrio, dan Dedi Sulistiantono alias Teguh yang ditembak saat penggerebekan tadi malam di Tandes.
Selain itu, Densus 88 memeriksa tiga orang saksi terkait penggerebekan Dedi alias Teguh di Jalan Sikatan, Manukan Kulon, Tandes tadi malam.
Penindakan itu bagian dari rentetan bom yang mengguncang Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur. Dimulai pada Minggu (13/5), bom bunuh diri meluluhkan lantakan tiga gereja di Surabaya.
Teror bom berlanjut pada Senin (14/5). Markas Polrestabes Surabaya jadi sasaran bom bunuh diri. (wis/sur)