"Saya perintahkan Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN terus menjaga, mengendalikan keamanan karena besok kita segera menyongsong pelaksanaan ibadah puasa," kata Jokowi, Rabu (16/5).
Hal itu, kata Jokowi, perlu dilakukan guna meyakinkan seluruh umat Muslim di Indonesia bisa menunaikan ibadah puasanya dengan rasa aman dan damai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Jokowi juga menginstruksikan seluruh menteri dan kepala lembaga memberi tahu masyarakat dan dunia bahwa Indonesia saat ini dalam kondisi aman.
"Seluruh kementerian dan lembaga saya ingin sampaikan narasi termasuk ke dunia internasional, penting sekali Indonesia aman dan tetap fokus bekerja," ujar dia.
Acara lainnya adalah pertemuan tahunan International Monetary Fund dan World Bank di Bali pada Oktober mendatang.
Terpisah, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menyatakan beberapa negara peserta Asian Games 2018 sudah menanyakan kepadanya ihwal kondisi keamanan Indonesia saat ini.
"Tentu pertanyaan pasti. Tapi kami jawab Asian Games masih tiga bulan dan sebentar lagi momentum Ramadan pasti masyarakat apalagi orang beragama menghormati," ujar Imam.
"Harus tetap berjalan dalam kondisi apapun. Tidak boleh mundur sejengkal pun," tuturnya.
Sebelumnya, pada Minggu (12/5), serangan bom bunuh diri terjadi di tiga gereja di Surabaya, disusul ledakan bom di Rusunawa Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, pada malam harinya.
Ledakan ketiga terjadi pada Senin (13/5) di Mapolrestabes Surabaya. Rangkaian tiga bom di Surabaya membuat Jokowi terbang langsung ke sana untuk mengecek kondisi terkini. (wis/sur)