Prabowo: Kita Harus Jaga Kerukunan Antarumat Beragama

Bimo Wiwoho, CNN Indonesia | Rabu, 16/05/2018 23:46 WIB
Prabowo: Kita Harus Jaga Kerukunan Antarumat Beragama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan masyarakat Indonesia mesti menjaga kerukunan di mana pun berada meski berbeda agama, suku, dan etnis. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan bahwa masyarakat Indonesia mesti menjaga kerukunan di mana pun berada meski berbeda agama, suku, dan etnis.

Prabowo mengutarakan hal tersebut menanggapi maraknya aksi terorisme yang terjadi secara beruntun dalam sepekan terakhir.

"Kita harus jaga kerukunan antara semua agama, semua suku, semua kelompok etnis, ras. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang rukun," kata Prabowo di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (16/5).



Dia mengatakan Bhinneka Tunggal Ika merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia. Karenanya, Bhinneka Tunggal Ika mesti menjadi pegangan teguh seluruh masyarakat Indonesia.

Prabowo mengatakan masyarakat Indonesia mesti kompak meski memiliki berbagai perbedaan. Kekompakan tersebut sangat bermanfaat dalam rangka melawan ancaman terorisme.

Menurutnya, terorisme bukan hanya lawan dari pemerintah dan aparat keamanan saja, tetapi juga seluruh elemen seperti partai politik hingga masyarakat.

Dia berasumsi demikian karena terorisme merupakan musuh bangsa, sehingga seluruh elemen masyarakat mesti turut melawan. Dia mengutuk kejahatan terorisme yang terjadi dalam sepekan terakhir.


"Kita harus kompak. Kita harus bekerja sama mengatasinya," ujarnya.

Di sisi yang lain, dia mengatakan bahwa menangkal bahaya terorisme juga membutuhkan kerja ekstra keras dari aparat keamanan.

Menurutnya, terorisme berkaitan erat dengan keamanan, dan keamanan negara merupakan aspek yang perlu dikedepankan. Seluruh lembaga khususnya aparat keamanan mesti kompak dalam menciptakan negara yang aman.

"Kita perlu Polri yang sangat kuat dan profesional. Kita juga butuh TNI yang sangat kuat dan profesional. Kita butuh intelijen yang sangat hebat," imbuh Prabowo. (rah)