Menurut Machfud, 23 orang ditangkap di tempat berbeda, mulai dari Surabaya, Malang, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Probolinggo. Empat diantaranya meninggal dunia karena mencoba melawan petugas. Sedangkan satu lainnya menyerahkan diri.
"Saya mengimbau dari pada dikejar-kejar lebih baik menyerahkan diri saja, satu orang sudah menyerahkan diri," kata Machfud di Mapolda Jawa Timur, Kamis (17/5).
Machfud sekaligus mengonfirmasi penangkapan terhadap lima orang tadi malam di wilayah Probolinggo dan Sidoarjo. Tiga orang di Probolinggo berinisial MF, IS, dan HA ditangkap di tiga tempat berbeda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Machfud enggan mengonfirmasi lebih lanjut mengenai salah seorang yang ditangkap di Sidoarjo merupakan pegawai negeri sipil (PNS).
"Datanya nanti," kata Machfud.
Malah harinya, bom meledak di salah satu kamar di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo. Diduga kuat bom meledak tak sengaja saat hendak dirakit oleh pelaku.
Teror bom berlanjut di Senin (14/5). Markas Polrestabes Surabaya jadi sasaran oleh bom bunuh diri. (sur)