"Saya mengajak semuanya menjaga toleransi, mengedepankan kerukunan, menjaga persaudaraan, menjaga ukhuwah islamiyah, menjaga ukhuwah wathaniyah kita," ujar Jokowi di Istana Bogor, Kamis (17/5).
Presiden turut mengajak seluruh umat muslim menjalankan ibadah puasa dengan hati damai, bersih, serta saling menghormati antarumat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Terorisme dan Penyakit Peradaban Kita |
Kemarin, Presiden Jokowi melaksanakan salat tarawih pertamanya di Masjid Istiqlal, Jakarta. Ia didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto mengandeng para dai muda untuk melakukan proses deradikalisasi di tengah-tengah masyarakat.
Langkah itu ditempuh menyikapi rangkaian serangan teror yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini.
"Terutama kita fokus bagaimana peran dai muda menyadarkan dan mencegah masyarkat ini dari paham-paham radikal, karena isu dan paham itu muaranya ke terorisme," kata Ketua FDMI Muhammad Nur Huda.
Huda mengatakan FDMI merasa terpanggil untuk menjaga rasa kebinekaan yang dimiliki Indonesia agar tak retak akibat aksi-aksi teror yang marak di Indonesia saat ini.
Partisipasi aktif FDMI, Huda mencontohkan dengan menggiatkan ceramah keagamaan yang moderat, memperkuat penyuluhan dan pendampingan ke berbagai majelis taklim di tengah-tengah masyarakat.
Selain itu, Huda juga mendukung agar DPR dapat secepatnya merevisi Undang Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Terorisme).
Menurutnya, peraturan itu bakal memberikan kerangka acuan dan payung hukum yang jelas bagi aparat dalam memberantas terorisme, dan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat. (wis)