"Anggota berprestasi dalam bertindak berani dan heroik itu bukanlah hal yang mudah. Belum tentu kita semua di sini bisa melakukan tindakan seperti itu," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (18/5)
Tito mencontohkan salah satu aksi heroik seperti aksi Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Rudy Syafrudin yang bisa melumpuhkan tiga terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita beri penghargaan, agar ada keberanian anggota-anggota berada di garis depan yang berhadapan langsung dengan ancaman teror," kata Tito
Keluarga keenam anggota Polri yang mendapat bantuan adalah keluarga dari empat anggota Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri, yakni Inspektur Satu Yudi Rospuji Siswanto, Brigadir Fandy Setyo Nugroho, Brigadir Satu Syukron Fadhli, dan Brigadir Satu Wahyu Catur Pamungkas, seorang anggota yang berdinas di Polda Metro Jaya, Ajun Inspektur Dua Denny Setiadi, dan seorang anggota Brimob Bripka Marhum Prencje yang tewas ditikam di depan RS Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua.
Lihat juga:Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati |