Dewan Penasihat PA 212 Eggi Sudjana menyayangkan pihak kepolisian yang membiarkan aksi konvoi sambil mengibarkan bendera Israel di Papua tersebut.
"Kita prihatin kepada penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian kenapa tidak diberantas, dilarang," ujar Eggi kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar itu, Eggi menyatakan PA 212 memprotes keras tindakan pengibaran bendera Israel tersebut. Hanya saja pihaknya tidak ingin melakukan tindakan anarkis yang bertentangan dengan hukum.
"Oleh karena itu protes keras mohon diperhatikan harus ada penindakan, karena itu sudah jelas pelanggaran hukum dan penodaan agama, sekaligus ujaran rasa permusuhan," kata Eggi.
"Pengibaran bendera Israel di Jayapura peringatan dari komunitas Sion Kids, ini komunitas masyarakat. Itu sudah seperti tradisi dan merupakan budaya," ujar Boy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (17/5).
Boy mengatakan acara peringatan ini tidak memiliki kepentingan politik apapun. Boy menyebut komunitas ini mengagungkan budaya Israel yang berasal dari keturunan Adam. Boy mengatakan kegiatan mereka tidak mencerminkan dukungan terhadap Israel sebagai sebuah negara.
"Mereka dulu ada sejarah dengan pendeta Israel yang dulu pernah berdakwah datang ke Indonesia. Itu sekarang sudah jadi tradisi dan budaya. Itu saja tidak ada kepentingan lain," kata Boy. (osc/wis)