Direktur Eksekutif IndoBarometer Muhammad Qodari mengatakan salah satu amanat reformasi yang paling disoroti oleh publik belum dipenuhi pasca reformasi, yakni pengusutan kasus penembakan mahasiswa Trisakti dan penculikan aktivis.
"Sebanyak 46,6 persen menyatakan pengusutan kasus Trisakti dan penculikan aktivis belum terpenuhi. Sebanyak 18,1 persen menilai telah terpenuhi," ujar Qodari di Hotel Harris, Jakarta, Minggu (20/5).
Survei IndoBarometer dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia dengan 1.200 responden pada 15-22 April 2018. Margin of error survei tersebut kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Qodari menuturkan sebanyak 44,7 persen publik menilai pengusutan dan pengadilan kasus korupsi yang dilakukan Suharto dan pengikutnya menjadi amanat yang belum terpenuhi.
"Dan sebanyak 40,3 persen publik menilai pengurangan kesenjangan ekonomi antara kelompok masyarakat yang mampu dan kurang mampu belum terpenuhi," ujarnya.
Di sisi lain, Qodari membeberkan ada empat tuntutan reformasi yang sudah terpenuhi. Pertama, sebanyak 36,1 persen menilai perluasan otonomi daerah telah terpenuhi. Kedua, sebanyak 31,7 persen menilai alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen sudah terpenuhi.
Sementara, ia berkata 36,1 persen publik menilai perekonomian sudah berpihak pada industri kecil menengah.
"Sebanyak 31,1 persen menilai hubungan antar lembaga negara yang mencerminkan semangat keseimbangan dan saling kontrol telah terpenuhi," ujar Qodari. (sur)