"Generasi sekarang dan mendatang wajib jalankan dan wujudkan amanah reformasi tersebut. Kalau tidak, bisa ada reformasi lagi di masa depan," tulis SBY lewat akun twitter @SBYudhoyono, Minggu (21/5).
Kicauan SBY tersebut merupakan bagian dari pernyataan SBY terkait Hari Kebangkitan Nasional. Cuitan SBY ditulis sendiri oleh SBY, karena setiap cuitan diberi tanda * yang menandakan twit tersebut langsung dari Ketua Umum Partai Demokrat itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata SBY, generasi sekarang dan mendatang bertugas untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Maju (Developed Country) di abad 21. Sedangkan semangat Sumpah Pemuda 1928, 90 tahun lalu, merupakan tonggak bersatunya pemuda-pemudi Indonesia di seluruh Tanah Air, yang amat majemuk identitasnya.
[Gambas:Twitter]
Sementara semangat dan agenda Reformasi 1998, 20 tahun lalu, menurut SBY merupakan koreksi besar dan mendasar atas kehidupan bangsa yang kurang adil dan berimbang bagi rakyat.
Dia mengatakan inti dari Reformasi mengingatkan agar Kekuasaan tak boleh terlalu absolut. Selain itu, reformasi juga mengamanatkan agar kebebasan rakyat dan demokrasi hidup. "Hukum tegak dan tak tebang pilih.
Selain itu, ekonomi adil dan menyejahterakan seluruh rakyat. "Dalam politik praktis (termasuk pemilu), negara (termasuk TNI, Polri & BIN) netral & tak berpihak," kicau SBY.
Sebab itu, SBY mengingatkan masyarakat agar tidak melupakan sejarah.
"Keledai tak tersandung batu yang sama. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bukan keledai dan ingat sejarahnya," kata SBY.
Lihat juga:Pidato Pengunduran Diri Presiden Soeharto |