"Rencana kami akan pindahkan dari Polres ke Tempat Loka Latihan Kerja (LLK) di Kota Selong," ujar Kapolres Lombok Timur Eka Fathur Rahman Eka kepada CNNIndonesia.com, Senin (21/5).
Penyerangan dan perusakan rumah warga Ahmadiyah terjadi Sabtu (19/5) dan Minggu (20/5). Diduga perusakan dilakukan warga dari wilayah yang sama yang hendak mengusir komunitas tersebut dari wilayah Lombok Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suartana mengatakan tak lama setelah peristiwa itu, aparat gabungan dari Polri dan TNI bahu membahu membersihkan dan memperbaiki rumah tersebut.
Pejabat sementara (Pjs) Bupati Lombok Timur Ahsanul Halik mengatakan perusakan rumah jemaah Ahmadiyah dipicu oleh perkelahian antaranak saat mengaji.
Menurut Ahsanul, warga setempat marah setelah mengetahui ada anak yang berkelahi ketika mengaji di rumah jemaah Ahmadiyah. Warga pun keberatan mengetahui tempat mengaji anak tersebut.
Tanpa ada komando, kata Ahsanul, massa kemudian merusak rumah jemaah Ahmadiyah.
Ahsanul mengklaim tidak ada satu pun jemaah Ahmadiyah yang diserang secara fisik.