Namun gitaris legendaris Indonesia tersebut membantah sebagai pencipta lagu dan menyebut hal tersebut sebagai fitnah.
"Saya ingin tegaskan, bahwa 100 persen, itu fitnah terhadap diri saya. Karena dalam karir musik saya, jika ada lagu bernuansa politik yang saya buat sifatnya lebih umum dan terbuka," demikian pernyataan resmi Ivan yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pemberitaan menyebutkan Ivan sebagai pencipta lagu 2019 Ganti Presiden. Lagu tersebut muncul di media sosial YouTube sejak Sabtu (19/5). Dalam keterangan di laman YouTube tertulis nama Sang Alang yang diduga sebagai pencipta lagu itu. Namun, Ivan menjelaskan Sang Alang bukan nama miliknya.
[Gambas:Youtube]
Lagu 2019 Ganti Presiden berisi lirik keluhan dan ketidakpuasan terhadap rezim pemerintah yang berkuasa saat ini. Lirik lagu tersebut menyuarakan tentang susahnya mencari pekerjaan di Indonesia.
Meski tersedia pemerintah mengklaim telah menyediakan 10 juta lapangan pekerjaan, demikian dalam lirik, namun ketersediaan itu bukan untuk warga Indonesia.
... Awas awas kursimu nanti tergusur
Beban hidup kami sudah nggak sanggup
Pengennya cepat-cepat tahun depan
2019 ganti presiden ....
Demikian penggalan lirik dalam lagu tersebut.
Slogan 2019 ganti presiden sempat menjadi polemik di Indonesia. Slogan tersebut menjadi perdebatan karena dianggap bagian dari kampanye melawan Presiden Joko Widodo selaku calon petahana. Jokowi bahkan dengan nada satire sempat menyinggung kaus #2019GantiPresiden yang menurutnya tak masuk akal jadi amunisi kampanye mengganti presiden. (gil)