Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyatakan pemindahan tersebut merupakan bagian dari upaya mempermudah proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku kerusuhan di Rutan Mako Brimob.
"Kemarin ada 58 yang ditarik dari Lapas Nusakambangan ke Gunung Sindur untuk memudahkan penyelidikan (kerusuhan Rutan Mako Brimob)," kata Setyo saat memberikan keterangan pers di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Senin (21/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setyo menyatakan sampai saat ini kepolisian masih menelusuri lebih lanjut seputar insiden kerusuhan yang berujung pada penyanderaan petugas di Rutan Mako Brimob pada Selasa (8/5) malam hingga Kamis (10/5) pagi.
"Masih berjalan pemeriksaan. Yang bertanggung jawab di Mako itu masih diperiksa oleh Brimob," tuturnya.
"Seluruhnya tahanan, namun data-datanya ada di Jakarta, sehingga kami enggak tahu," kata Koordinator Lapas Se-Nusakambangan dan Cilacap itu.
Dia menyebutkan dari 58 tahanan tersebut, sembilan orang berasal dari Lapas Besi, 24 orang dari Lapas Pasir Putih, dan 25 orang dari Lapas Batu termasuk dua perempuan beserta satu bayi.
Saat pecah kerusuhan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Kamis (10/5), seluruh narapidana kasus terorisme dipindahkan ke lapas di Nusakambangan. Dalam peristiwa tersebut enam orang tewas yakni lima petugas dan satu napi teroris.
Usai kerusuhan itu, sejumlah teror terjadi di beberapa kota, termasuk di Surabaya dan Pekanbaru. (kid/gil)