Hal itu, kata Abu disampaikan oleh Pemprov DKI saat menemui pihak Masjid Istiqlal untuk membahas acara salat tarawih akbar yang sedianya diselanggarakan di Monas namun kemudian dipindahkan ke Masjid Istiqlal.
Dalam pertemuan tersebut, Pemprov DKI Jakarta diwakili oleh Kepala Biro Pendidikan, Mental, dan Spiritual Hendra Hidayat bersama sejumlah staf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Surat pengajuan secara resmi belum, tapi itu sudah kuat karena mereka datang langsung," ujar Abu saat dikonfirmasi, Selasa (22/5).
Solusinya, kata Abu, Anies akan diberikan waktu untuk memberikan sambutan selama kurang lebih lima sampai tujuh menit.
Sementara itu dari segi pengamanan, Abu menyebut akan ada kerja sama dengan pihak Pemprov DKI.
"Yang jelas kami di Istiqlal pengamanannya ketat, tetap siaga tetapi tidak membuat masyarakat ketakutan. Jadi suasananya tidak mencekam," ucap Abu.
Sebab, acara salat tarawih akbar yang diselenggarakan Pemprov DKI bersamaan dengan salat tarawih di Masjid Istiqlal.
"Kita ikut saja, kan, bersamaan dengan Istiqlal jadi jangan mengganggu jadwal mereka," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/5). (wis/sur)