Koopsusgab, ditegaskan Moeldoko, hanya akan turun dan membantu Densus 88 Antiteror saat situasi benar-benar genting.
"Kapan satuan itu digunakan? tergantung. Satuan itu dipakai apabila dalam situasi high intensity conflict. Jadi kalau (masalah yang) kecil-kecil belum," kata Moeldoko di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku dapat memahami sikap tersebut. Namun, Moeldoko menyindir pihak yang menyebut aksi teror sebagai perkara kecil yang cukup ditangani oleh kepolisian tanpa bantuan TNI.
"Mudah-mudahan yang ngomong ini cuma 'nyamuk', digigit nyamuk betul nanti," sambung mantan Panglima TNI itu.
Dengan kemampuan dan kapasitas yang handal, Moeldoko yakin Koopssusgab mampu mengatasi kelompok atau pihak-pihak yang mengancam negara.
"Ditabrak Koopssusgab, selesai pasti. Karena kemampuan dan kapasitasnya luar biasa," katanya.