"Walau saya mengkafirkan aparat negara ini dan pemerintah, tapi sampai detik ini saya melakukan kajian belum pernah menyebarluaskan seruan kepada saudara kami untuk menyerang aparat, karena bertentangan dengan dalil dan hadis," kata Aman saat membacakan nota pembelaan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5).
Dia mengatakan bahwa agama Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jikapun ada muridnya yang ingin berjihad, kata dia, sedianya langsung datang ke Suriah. Aman mengakui sudah banyak muridnya yang berangkat ke Suriah.
"Saya enggak akan mau kompromi, saya akan keluar dari penjara sebagai mayit (mayat) atau keluar dalam keadaan masih hidup sebagai pemenang atas keyakinaan aqidah," ujarnya.
Korban Konspirasi
Pengacara Aman, Asludin Hatjani menambahkan kliennya tak masalah bila dijatuhi vonis hukuman mati atau penjara seberapa lama pun.
"Dia siap menerima dihukum mati dihukum seumur hidup dia menerima saja," ujar Asludin.
Meski menerima hukuman apapun padanya, Aman tak mau disalahkan atas aksi terorisme yang terjadi.
Aman Abdurrahman duduk di kursi terdakwa dalam sidang pembacaan pleidoi di PN Jaksel. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
"Dia sempat menerima tetapi tidak mau disalahkan maka dia pikir itu merupakan konspirasi. Itu yang dia katakan tadi," ujar Asludin.
Selain itu, Asludin juga menekankan bahwa Aman menolak seluruh tuduhan padanya. Aman disebutnya hanya mempercayai khilafah, bukan amaliyah. Itulah sebabnya, Aman mengirim ribuan muridnya ke Suriah untuk membela Islam di sana.
"Itu memang hatinya, kesalahan yang dilakukan oleh Aman Abdurrahman adalah dia mempercayai khilafah, sebagaimana kami ungkapkan, bahwa khilafah itu tertulis di Alquran dan dipercaya oleh seluruh umat muslim," kata dia.
Lihat juga:Kronologi Dentuman di Proyek Dekat PN Jaksel |
Aman Abdurrahman duduk di kursi terdakwa dalam sidang pembacaan pleidoi di PN Jaksel. (CNN Indonesia/Safir Makki)