Wakil Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 53 (SMAN 53) Hamdan M. mengatakan tindakan preventif itu tidak hanya melibatkan pihak sekolah, tetapi juga keluarga. Pasalnya, keluarga berfungsi sebagai pendidik pertama bagi anak.
"Kata Rasullullah itu, Ibu adalah sumber pendidikan pertama kali anak. Mendidik dasar-dasar anak itu bukan tugas orang lain tapi harusnya diawali dengan Ibu dan keluarga," ujar Hamdan saat ditemui oleh CNNIndonesia.com di SMAN 53, Jakarta, Sabtu (26/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diserahkan semua ke sekolah, padahal tanggung jawab pendidik itu yang pertama adalah dari keluarga. Yang kedua baru di sekolah," jelas dia.
Menurut Hamdan, pihak sekolah juga pasti telah memberikan ajaran-ajaran yang baik untuk menangkal ajaran radikal. Ia mencontohkan, di SMAN 53 ada kebijakan bahwa sebelum masuk ke materi pelajaran, seluruh guru harus memberikan wejangan kepada anak murid agar terlindung dari ajaran radikal.
"Sebagai guru yang merupakan orang tua di sekolah, kami memberikan kebaikan bagi anak anak kita. Jangan sampai kasus terorisme buah dari radikalisme itu terjadi pada anak anak kita," ungkap Hamdan.
Hamdan mengatakan bahwa para guru, khususnya guru Bimbingan Konseling (BK) mengajarkan bahwa seluruh agama itu mengajarkan cinta kasih. Aksi terorisme yang mengatasnamakan agama itu kebanyakan adalah salah tafsir oleh oknum tertentu. Hamdan mengatakan agama Islam tidak mengajarkan untuk menyakiti orang lain.
"Harusnya jangan menjustifikasi, yang seperti itu, kan, oknum. Tapi jangan ajaran agama yang disalahkan. Terorisme terjadi, radikalisme terjadi mengatasnamakan agama itu hanya pemahaman salah tafsir kelompok terhadap ajaran agama," jelas dia.
Ia menyambut positif usulan tersebut. Kendati demikian, Hamdan mengatakan usulan ini membutuhkan proses panjang agar bisa sesuai dengan kurikulum yang ada.
"Mungkin nanti harus didiskusikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal usulan ini. Tapi kami menyambut positif usulan ini untuk menangkal penyebaran radikalisme," ujarnya. (agi/wis)