Waisak jatuh pada Selasa (29/5) esok. Dalam prosesi penyemayaman, para biksu diiringi ratusan umat Buddha termasuk Ketua Umum Walubi Siti Hartati Murdaya, Direktur Urusan Agama Buddha Kementerian Agama Supriyadi, dan Ketua Walubi Jateng David Hermanjaya.
Seperti dilaporkan Antara, api dharma Waisak dari Mrapen, Kabupaten Grobogan tiba di pelataran Candi Mendut sekitar pukul 15.00 WIB. David secara simbolis menyerahkan api tersebut kepada Hartati Murdaya dan kemudian diberikan kepada para biksu untuk disemayamkan di Candi Mendut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka lalu menuju ke tenda di pelataran Candi Mendut untuk menyalakan lilin pancawarna. Di depan altar besar dengan patung Sang Buddha dan hiasan aneka bunga dan buah-buahan di tenda itu, secara bergantian mereka membacakan parita atau doa-doa dalam ajaran Buddha.
Umat Buddha bersama Biksu melakukan Pradaksina berjalan mengelilingi Candi Borobudur dalam perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur, Jawa Tengah, 11 Mei 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Hartati Murdaya mengatakan api menjadi lambang penerangan batin umat Buddha dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Supriyadi dari perwakilan Kemenag mengharapkan umat Buddha menjadikan api dharma Waisak sebagai penyulut spirit untuk terus memperkuat keyakinannya.
"Mudah-mudahan api dharma ini menjadi spirit untuk tetap berkeyakinan dengan Buddha Dharma. Dengan bersemayam dharma, umat Buddha Indonesia taat beragama dan taat sebagai warga negara, dan terus berkarya mengabdikan diri bagi bangsa dan negara," katanya.
Para Biksu berdoa di Kelenteng Liong Tek Bio sebelum prosesi Pindapata atau mengumpulkan sumbangan dari umat di jalan Pemuda Magelang, Jawa Tengah. 10 Mei 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
"Dengan pujabakti kita memperoleh kebijaksanaan, menjadi orang yang penuh cinta kasih, dan sempurna dengan kemakmuran dalam materi," ujar dia.
Rencananya para biksu dan umat Buddha melakukan pengambilan air berkah Waisak di Umbul Jumprit Kabupaten Temanggung untuk dibawa dan disemayamkan di Candi Mendut pada Senin (28/5). Air berkah itu juga salah satu sarana pujabakti Waisak.
Pada Hari Waisak, esok, umat Buddha akan berjalan kaki dari Candi Mendut ke Candi Borobudur sejauh sekitar tiga kilometer dengan membawa berbagai sarana pujabakti. Saat detik-detik Waisak pada pukul 21.19.13 WIB, umat Buddha bersama para biksu bermeditasi selama beberapa saat di pelataran Candi Borobudur. (wis)
Umat Buddha bersama Biksu melakukan Pradaksina berjalan mengelilingi Candi Borobudur dalam perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur, Jawa Tengah, 11 Mei 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Para Biksu berdoa di Kelenteng Liong Tek Bio sebelum prosesi Pindapata atau mengumpulkan sumbangan dari umat di jalan Pemuda Magelang, Jawa Tengah. 10 Mei 2017. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)