"Sebanyak 832 warga binaan pemasyarakatan mendapat pengurangan sebagian, sedangkan sembilan narapidana langsung bebas setelah mendapat remisi," kata Kepala Sub Bagian Publikasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Rika Apriyanti seperti dikutip dari Antara, Selasa (29/5).
Rika merinci dari 832 narapidana tersebut, 145 orang menerima remisi 15 hari, 516 orang menerima remisi satu bulan, 151 orang menerima remisi satu bulan 15 hari, dan 20 orang menerima remisi dua bulan.
Sementara dari sembilan narapidana yang langsung bebas tersebut, enam orang langsung bebas usai menerima remisi 1 bulan dan masing-masing satu orang bebas usai menerima remisi 15 hari, 1 bulan 15 hari dan 2 bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kantor wilayah (Kanwil) Sumatera Utara menyumbang penerima remisi terbanyak yakni 157 narapidana, disusul narapidana dari Kalimantan Barat sebanyak 122 orang dan DKI Jakarta sebanyak 115 orang.
"Remisi diberikan kepada narapidana Budha yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak sedang menjalani hukuman disiplin, berkelakuan baik, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lapas atau rutan," kata Sri.
Direktur Pembinaan Narapidana dan Latihan Kerja Produksi, Harun Sulianto mengharapkan remisi dapat menjadi motivasi bagi narapidana untuk selalu berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran, menyadari kesalahannya dan dapat mempercepat berintegrasi kembali ke masyarakat.