Biksu Dhirajayo dari Wihara Jakarta Dhammacakka Jaya menceritakan pelaksanaan Pindapata di Indonesia sedikit berbeda.
Pindapata seharusnya dilakukan setiap hari oleh para biksu dengan berkeliling ke setiap rumah untuk mendapat persembahan dari umat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dia menjelaskan sebenarnya ritual ini tidak berkaitan dengan Waisak. Hanya saja di Indonesia sering diekspos saat perayaan Waisak, sehingga sering dianggap sebagai satu kesatuan.
Dia memaparkan Pindapata merupakan cerminan jalan seorang biksu yang diturunkan sang Buddha. Pelaksanaan ritual ini sebagai cara para biksu melestarikan tradisi tersebut.
"Seorang petapa, hidup mereka mencari makan hanya boleh dari yang diberikan perumah tangga kepada kami," imbuhnya.
Dhirajayo mengatakan Pindapata di Indonesia dilakukan pagi menjelang siang. Para biksu berjalan di dalam wihara dengan membawa periuk sebagai wadah pemberian umat.
Di sepanjang jalan, umat Buddha memberikan makanan, dalam hal ini nasi. Setelah sampai di balai, biksu dan umat Buddha berbagi makanan dan minuman. Ritual ditutup dengan kegiatan doa serta makan siang bersama.
[Gambas:Video CNN] (kid)