Kabar duka tersebut turut disampaikan Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia Jimly Asshiddiqie melalui akun twitter-nya.
[Gambas:Twitter]
Ucapan bela sungkawa juga disampaikan Pengamat Politik LIPI Fachri Ali dalam lama Facebooknya. Ia menyebut Dawam, seorang guru dari banyak kaum intelektual yang kini mendominasi wacana publik nasional.
"Dengan latar belakang pendidikan ekonomi moneter, Mas Dawam yang pertama kali memperkenalkan analisis politik ekonomi di Indonesia," ungkap Fachry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Pluralisme adalah Aset Bangsa Indonesia |
Tak hanya terkenal sebagai cendikiawan muslim ahli ekonomi, ia juga seorang aktivis sosial, budayawan, sekaligus pemikir Islam.
Pada 2013 lalu, ia menerima penghargaan Yap Thiam Hien. Penghargaan diberikan lantaran ia dikenal kritis dalam menyikapi diskrimasi di Indonesia dan konsisten membela prinsip-prinsip kesetaraan dan pluralisme. (agi)