"Salah satu cara yang paling tepat adalah kami berkoordinasi dengan Kementerian PAN-RB untuk rekrutment. Itu lebih diketatkan, semacam evaluasi tahapan-tahapan dalam rekrutmen," kata Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (30/5).
Suhardi mengatakan pihaknya belum mendapat laporan dan data terkait hal tersebut . BNPT, kata dia, masih mendalami dan memetakan indikasi PNS yang terpapar paham radikal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Suhardi tak membantah ada kemungkinan PNS terpapar paham radikal. Oleh karena itu, BNPT meminta kementerian dan lembaga ikut mengidentifikasi para pegawainya.
"Kalau yang sudah terjadi tentunya bagaimana itu bisa diidentifikasi oleh masing-masing kementerian," katanya.
Tidak hanya itu, Direktur Riset Setara Insititute Halili menyebut bahwa oknum pegawai BUMN dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) beberapa kali diduga membantu memberikan dukungan dana kepada jaringan teroris untuk melakukan berbagai aksi teror.
Halili menggolongkan kelompok itu sebagai 'suporter' yang masuk kedalam jaringan terorisme, terutama dalam menyokong pendanaan. (agi)